Test

Test

20130410-084145.jpg

20130410-084234.jpg

Test dah lama ga nulis

Advertisements

Bogor-Ciawi-Puncak-Cipanas

Selamat tahun baru 2012 semua. Aku di rumah saja malam tahun baru, karena maagh yang kambuh. Sementara anakku si Mecca sejak sore pergi bersama Nini, Uyut, Aki-Nini Cikampek, Oom dan Tantenya mengunjungi Masjid Moamar Kadafi di Sentul. Pulang dari Sentul mereka keliling Jakarta yang meriah dengan kembang api. Huhuhuhu…Mama Papanya cuma bisa nongkrongin tipi 😀
Hari Minggu tanggal 1 Januari 2012, kita sekeluarga (mama papa mecca) plus Nini mengunjugi Oma di Vila Nusa, lalu kita ziarah ke makam Opa Mecca di Pondok Rangon, daerah pemakaman yang meriah dan ramai pengunjung dan pedagang.

20120103-115408.jpg Sepulang ziarah, kita berlima mau main ke Bogor, weiss, macet, akhirnya cuma kesampean makan di Taman Palem

20120103-115601.jpg terus pulang kembali ke rumah Oma. Menginap semalam, tanggal 2 Januarinya pagi pagi si Papa berangkat kerja naik ojek, sedang Mecca ,Nini, aku ajak jalan lagi ke Bogor, sayang Oma ga mau ikut. Hheheheh, balik lagi ke Bogor karena ga puas kemaren belum sempat mampir ke Factory Outlet.
Ealah, baru sampai tol Jagorawi sudah ada opsi mau main ke rumah tetangga yang baru pindah dari Sunter ke Ciawi. Akhirnya kita batal ke Bogor, malah lanjut ke arah Tapos Ciawi. Setelah telpon telponan dengan yang punya rumah, sampailah kita bertiga di rumah Tante Tatan (eNin) Rumahnya besar, minimalis, sejuk, dikelilingi gunung gunung. Si Mecca langsung main dengan Rifat dan Zaki , cucunya si Tante. Seger deh punya rumah di Ciawi ini, memang si Tante Tatan ini dasarnya orang Bogor, balik balik pensiun dari Jakarta ga jauh dari sini lagi. Sayang ga sempat foto- foto. Heheheh. Oleh Tante, kita dijamu cumi asin tumis pete dan sayur jamur , lalapan, plus kripik jengkol, hemmm, enakkk, sayang aku ga berani menyentuh sambel, takut kumat maaghnya. Pamit dari rumah Tante Tatan, si Nini minta main ke Puncak, katanya sudah lama ga pernah ke Puncak. Hmm, aku memang penggemar Puncak, okelah walau kita hanya cewek cewek dan satu cowok kecil, tetap mantap lanjut ke Puncak.
Ya ampun, tanggal 2 Januari itu Puncak masih macettttt. Ihhh kesell, padahal pengan santai santai asik asikan, tapi gapapa, dinikmati aja, sambil menikmati pemandangan alam. Segerrnya disini, ac ga dipasang, buka kaca mobil saja, hhmmm semriwing…sampai di Puncak Pas sudah jam 5 kurang tapi masih terang sih, maka karena ga mau rugi, dilanjut ke arah Cipanas, biasaa, disempatin belanja bunga(agaiiiinn!) hiihihih mumpung disini.Belanja macem macem deh, Bunga Pacar Air (Impatiens), Petunia (buat oleh oleh tetangga)

20120103-115749.jpg, dan tanaman merambat gantung yang berbunga kuning kecil kecil di jalanan sepanjang luar area Kota Bunga. Di pedagang bunga itu, aku beli 6 pot impatiens

20120103-115932.jpg , 4 pot petunia warna warni br />
20120103-120108.jpg, dan 2 pot gantung tanaman daun kecil berbunga kuning<

20120103-120804.jpg. Selesai membayar senilai 85 ribu, aku minta ke Mbak pedagangnya, boleh ga aku nyabutin bunga pacar air (impatiens) yang tumbuh liar, subur, besar-besar, di bawah rak rak bambu jualan dia, karena emang banyak sekali yang tumbuh liar dibawah rak dagangan dia. Memang tanah dibawahnya itu, lembab, berair, becek, belog, sesuai kan dengan sifat si impatiens yang suka sekali media tanam seperti itu. Mungkin biji- biji Impatiens (yang dikenal di luar negeri juga dengan nama bunga Touch Me-Not) terkena hujan atau sentuhan tangan yang menyebakan meledak dan langsung menyemburkan biji biji ke tanah di bawah. Mbaknya mah rela dan nyengir saja aku mau nyabutin bunga bunga itu, dia pikir ini orang sudah beli banyak jugalah, silakan deh diambil, bunga liar yang tidak saya rawat dengan sengaja itu.
Lagian memang yang aku beli dari dia tadi itu, nampaknya bukan Impatiens yang bibit Thailand/Bangkok, agak berbeda dengan yang aku beli di Bursa Bunga Taman Bunga Nusantara sebelumnya, itu lebih langsing batangnya dan halus, mungkin di TB Nusantara, benar hasil nursery bibitan Bangkok, sedangkan pedagang di pinggir jalan kemarin, hasil ngambil biji di pinggir jalan yang liar, hehehe. Buatku sih sama sama cantik.
Pokoknya puas deh kemarin itu, aku nyabutin pacar air semaruk aku bisa, ga usah pakai sekop, tanahnya lembek sekali, gampang nariknya, tinggal tarriikk, masukin plastik besar, bawa kbur ke Jakarta :D. Seneng deh main ke Puncak, dulu kan sempat bingung, dimana beli bunga impatiens (pacar air). Ternyata di Puncak Cipanas banyak yang jual. Puas ngiderin area Kota Bunga dan sekitarnya, kita pun pulang. Pulangnya mampir dulu ke Factory Outlet Brasco, deket Gadog, disitu juga sambil shopping baju, kita bisa pesen makanan, dipilihlah Gurame sambel Mangga, enaakk banget deh, sedap. Lalu diakhiri fengan menyeruput bandrek kelapa muda yang masih mengepul,hhmmmm, nom nom nom….Yamihh….
Pulang pulang sampai Sunter jam 11 malem. Sampai rumah, aku langsung tanam pacar air hasil cabutan (yang tidak ber-pot) di tanah halaman, padahal sudah malem, gerimis pulak 😀

Puas deh walau ga dapat malam tahun baru, tapi dapat jalan jalan ke area favoritku..

Hasil ‘jarahan’ menang nyabut Bunga Pacar Air Liar di Puncak-Cipanas (Impatiens Flowers, aka Touch Me-Not flowes)
Hey kamu, bunga pacar air yang cantik cantik, please mau tumbuh dan berbunga dengan subur ya di Sunter bagian Jakarta yang dekat pantai nan panas inih…:D :*

20120103-120957.jpg

20120103-121203.jpg

20120103-121252.jpg

20120103-122043.jpg

20120103-123103.jpg

Kondisi Tanamanku

Tunas Torenia
20111230-170706.jpg

Tunas Torenia

20111230-170756.jpg

Bunga Matahari yang mau tumbuh terus menerus, tapi kecil kecil

20111230-170847.jpg

Lantana yang merambat,abis diprunning yang sebelah kiri biar tambah lebat seperti kanan..

20111230-171051.jpg

petunia yang hanya bertahan dua minggu mekar dengan cantik di Jakarta ini, lalu bunganya jd kecil kecil, hmm, kasi hormon kali yahh skrg

20111230-171212.jpg

Tanaman gantung yang warna bulenya makin lama makin ilang berganti jadi hijau…

20111230-171355.jpg

Kutu Putih diselimuti Kapas

20111230-165811.jpg

Kutu putih ini menyerang pohon mangga dan akhinya menular pada Adenium, Plumeria, Torenia, Vinca, Lantana, dan lain lain yang ada di bawah atau di dekat pohon Mangga tersebut. Banyak yang akhirnya jadi meranggas, sudah disemprot pakai air sabun, hanya melunturkan gumpalan kapas yang menyelimuti kutunya yang aslinya berwarna kuing kecoklatan. Kutunya masih nempel dengan manis ke batsng batang pohonku. Padahal sudah beli pestisida merk Dursban, tapi belum berani semprot sendiri. Ngeri aja harus aplikasiin sendiri. Tringat cerita pekebun di Cipanas yang kalau setiap mau nyemprot sayurannya dia siap siap minum susu murni(antisipasi keracuan) dan full covered body 😀
Duh gimana ya caranya supaya berani, atau pakai pestisida alami apa ya. Kalau dikerikin satu2 kutunya, lamaaaa sekali…:(

Kembang Sepatu dari Mecca TB putraku

Pengumuman dari Masjid bahwa ada posyandu hari ini, acara timbang badan dan mungkin pemberian vitamin. Mecca anakku yang berusia 5 tahun pun terbirit birit ikutan teman sebayanya, Talitha (anaknya teman baikku, Yanti Budut). Talitha berangkat bersama YangTi Nani, yang sudah siap dan rapi. Nini Mecca yang belum siap akhirnya menyusul setelah 30 menit. Setelah timbang badan, Mecca pulang ambil sepeda dan bersepeda sendirian keliling komplek. Sepulangnya bersepeda dia sudah berkeringat, rambutnya lepek dan membawa Kembang Sepatu yang aku tahu dia cabut dari pagar depan rumah tetangga di ujung blok K. Mecca bilang dia bawain bunga itu karena tau mamanya belum punya pohonnya. Hehehe perhatiin aja dia diam diam ternyata….sekarang kalau kemana mana Mecca suka memperhatikan tanaman dan bunga disekitar. Love you Mecca Tauriq Bachtiar

20111228-103644.jpg

20111228-103651.jpg

Hari Hari Liburan Anak TK

Foto

20111227-213813.jpg

20111227-214000.jpg

20111227-214044.jpg

20111227-214140.jpg

Mecca sudah ambil raport sejak Selasa minggu lalu, hasil raport anak TK ga seperti anak SD, tidak ada peringkatnya loh. Menurut Bu Guru Yuli, wali kelasnya Mecca di B3 di TK Al-Amanah, Mecca sudah bagus sekali, menguasai komputer, bahasa inggris standar, dan sudah bisa membaca sejak 2 tahun lalu (memang sempat diajarin oleh mama papa abcd dam metode Flash card Glenn Doman,tapi cuma sebentar, lalu tiba tiba kita ga sadar dia bisa baca sendiri ) Sepertinya Mecca bisa baca karena suka main games di komputer dan mencari hal hal kesukaan dia melalui google dengan bantuan orang serumah untuk menyebutkan huruf perhuruf lalu dia ketik dan mungkin akhirnya lama lama bisa sambungkan sendiri(memang kenql kenal huruf abcd sudah lama). Hanya saja menurut Bu Yuli, Mecca masih terburu buru dalam hal menulis dan mewarnai, jadinya tidak rapih, juga Iqronya baru Iqra 3. Jadi solusinya adalah walau liburan Mecca dapat tugas (yang asyik) mewarnai isi majalah TKnya; Fajar, serta belajar menulis rapi. Kalau belajar Iqra biarlah, sehabis sholat, bareng Papanya yang ngajarin ngaji, Mamanya masak ajah *ngeles bajaj*
Setelah Selasa pagi itu Mama ambil raport, sorenya Mecca digigit kucing tak dikenal di komplek, gimana ga digigit, lah dia ngejar ngejar kucing yang dia anggap lucu trus ditarik buntutnya, ngamuklah tuh kucing. Berdarah dengan beberapa luka bolongan keciiil, diputuskan untuk bawa Mecca ke dokter. Setelah google tentang rabies, sekalian memang kebetulan lokasinya dekat, dipilihlah RSPI Sulianti Saroso Sunter, belakang komplek, dekat Universitas Tujuhbelas Agustus yang katanya sigap untuk urusan suntik suntik rabies dsb. Btw, kondisi rumah sakitnya menyedihkan deh, kasihan, apa karena mentang mentang pemerintah punya. Penerangan agak remang,segala bentuk edc machine buat debit atau credit card, tidak tersedia, pegawai adminnya tidak pakai seragam, loket pendaftaran, loket kasir, loket apotik, berantakan, banyak kardus jumpalitan, tapi emang sepi sih rumah sakitnya, apa kurang dana atau gimana yah? Punya pemerintah kan yah ini, urusan dananya bukan seperti swasta. Yahh, pokoknyamah lebih bagusan Cipto. Tapi itu gag terlalu pentng deh, yang penting Dokter dan Susternya( yang banyakan cowok)sigap sigap dan hapal prosedur suntik rabies, malah ada form khusus jadwal suntikannya. Yah namanya juga rumah sakit infeksi, khusus kali yah. Lalu berhubung Mecca buru buru diajak ke Dokter, Mamanya ceroboh, ga sempet cek dompet ketersediaan uang cash (memang juga biasanya bisa pakai card kan) lalu apesnya ATMku pun baru semalem ketinggalan di dompet Papa, dan apesnya, rumah sakit ini tidak menerima kartu kredit (debit aja ga ada bagaimana card), akhirnya telpon si Papah yang masih lembur supaya pulang segera nyusul ke rumah sakit. Lama kan tuh yah, Mecca jadi tidur di mobil deh nungguin Papanya bawa uang biar bisa tebus vaksinnya di Apotik. Akhirnya Papa datang, Mama bisa ke Apotik, Kasir, bayar bayar, tebus vaksin Rabies dan Tetanus, itu buat 3x suntikan (dua rabies satu tetanus) habis hampir 500ribu. Akhinya Mecca disuntik di lengan atas kanan, kanan dan kiri, suntikan tetanus yang bikin Mecca kejer nangis. Memang itu pegel dan nyakitin kalau kata Susterman :p dan Dokternya. Dia harus balik untuk terima suntikan rabies seminggu stelahnya dan dua minggu setalah suntikan kedua. Berarti Selasa malam besok ini Mecca akan di-njus again. Total dia akan terima 5 suntikan berarti (4 vaksin rabies dan 1 vaksin tetanus). Setelah adegan nangis(Mecca) serta nasehat(Mama) selesai, kita pun pulang.
Lalu hari Kamis nya, Mecca diajak liburan ke Hotel SariPan Pacific, di daerah Thamrin. Langsung lupa tuh dia sama bekas suntikannya, yang rada bengkak dikiitt, serta bekas cakaran dan gigitan kucing yang juga bengkak sedikit itu..Senang dia, tiap hari minta berenang dan cari makanan enak, siang atau sore kita ke Sabang, sempat makan Pizza Hut yang Cheesy7 Pepperoni yang enaaak banget itu, juga melipir ke RM Melayu Garuda ( di lampu merah Sabang samping Sate Pak Heri) Mecca sampai makan ayam pop 2 potong serta ayam goreng bumbu poyah sepotong. Sempat juga makan di Ampera Sabang, nasi dan ayam goreng kecap dia makan sendiri pakai tangan belepotan. Hahaha…..
Trus sekalian review deh yah, yang pasti Papanya Mecca ga mau balik lagi makan sate di pinggir samping Nanaban Tei, deket lampu merah sejejeran Djakarta Theater, mahal tapi ga enak. Memang satenya besar besar, tapi tidak nikmat, sotonya juga asin doang. Pulang dari hotel Mecca minta makan ayam pop lagi, akhirnya teringat jaman dulu makan di Puncak ayam popnya nikmat banget, Simpang Raya, kita pun makan di Simpang Raya Kramat seberang Cikini. Memang nih Restoran slogannya aja “Istana Ayam Pop” emang beneran enak ayam popnya, plus sambel merah petenya. Mecca- pun makan 3 potong ayam pop, walau nasinya cuma setengah porsi, jadi belepotan lagi deh, tangan dan mulutnya, huuuhhuhuhu. Oyah, kalau menurut review temen SD ku, Ike yg pada saat yang sama juga sedang makan ayam pop Simpang Raya tapi yang di Bandung, dia lebih prefer Ayam Pop di Sari Ratu, Senayan, katanya lebih maknyoss ( ihh jadi ngiler pengen cobain jugaa).
Okay, sekian dulu cerita dan reviewnya liburan kali ini, foto foto si Mecca cebur ceburan sebenanya ada di Ipad tempat aku nulis ini, tapi foto foto di Ipad kok ga bisa di upload langsung yah ke wordpress..

Edit: Akhirnya download wordpress for ipad jadi bisa masukin foto foto hasil jepretan Ipad. Kalau langsung dari Safari emang ga bisa, sebab pakai flash yang Ipad ga sediakan.

Ke Taman Bunga Nusantara Cipanas Puncak

Sabtu minggu kemarin weekend ke area Puncak. Rencana mau cari hotel atau vila disana gataunya temen baikku, Yanti Budut , nawarin nginep di vilanya aja di daerah Cinengah Cipanas (sebelum pintu masuk Kota Bunga). Lumayanlah,hemat uang, emang deket sama area Taman Bunga Nusantara sih,pas banget. Sebelum ujung Tol Jagorawi karena macet parah, kita mintas lewat jalan pintas, melewati jalan desa, vila, yang agak sempit (kalau naik mobil kecil , ga berasa sempit , berhubung naik mobil gendut, jadi ajah mepet bgt ke pinggir kalau pas ada mobil dari arah atas). Singkat cerita keluar keluar di daerah sebelum jembatan sungai besar yang ke arag Gunung Geulis.
Samapai di vila hampi maghrib, langsung telp Mang Ujang dan Bi Dede minta dibawin kunci, terus kita minta ditemenin malamnya jangan ditinggal balik ke gunung. Makan malam di bakery apa gitu yang sedia sop buntut, trus pulang si Bibi ada di vila, sedang Mang Ujang balik ke kebonnya di gunung.
Malamnya sambil ngobrol ama si Bibi tentang kebon dia(tanahnya sih punya keluarga Budut-Asep) tapi dipakai si Bibi dengan imbalan jagain Vila dan bersihin secara berkala. Bibi katanya punya 7 domba, ayam 12, trus tanaman tomat, cabai, pakchoy, cabai rawit, yang diolah di tanah seluas 3000 meter. Bagi dia yang paling nguntungin cabai rawit,riap minggu bisa ngasilin 600ribu rupiah. Dan pohon cabai rawit awet, bisa panen terus, sedangkan cabai merah tidak seperti cabai rawit yang bansel berproduksi terus. Dia cerita tiap 3 hari semua sayuran dan tanaman disemprot pestisida dan sebelum nyemprot Mang Ujang beli susu murni, diminum pagi pagi, lalu pasang masker,kacamata,topi,baju panjang. Hhahahaha…parah bener ya sayuran yang kita makan kalau ternyata emang beneran di para tukan kebon sayur tnayata dikasih obat kimia mulu. Sering sering makan sayur dari halamn sendiri aja deh cuma disiram air kolam ikan. Si Mecca nanam sayur sayuran di pot sejak bbrp bulan lalu skrg tiap hari bisa panen, sayang kangkung yang susah tumbuh. Apalagi tomat, buset ga tinggi tinggi, salah treatment mungkin. Back to Bibi Dede, dia bilang bibit tomat yang oke merk Marta. Dicatet dulu ya Bi.
Akhirnya pagi pagi melancong, pertama kita mlipir ke kota Bunga. Aduhai indahnya nih komplek Vila. Rumahnya asri dan indah, ada satu rumah yang cantik banget di blok k1 no 1 klo gak salah. Cantik halamannya apalagi. Rumah di hoek ini konsepnya taman bunga, ada anekq mawar di gunungan depan rumah, petunia aneka warna di gantung, ada pacar air impatiens yang cantik disetiap sudut, dipojok rumah ada pisang paris jadi pagar hidup, trus tanaman flame of iriannya kinclong banget merah orens. Torenia juga ada, begonia, anthurium, trus di belakang rumah dalam pagar yang bisa dikunci ada aneka anggrek. Gemes banget pengen tidur dalam rmah itu, bangun pagi pagi ngeteh di tamannya (penyakit romantis akut) Kok bisa tau sih aku? Soalnya ada tukang kebunnya yang lagi kerja dan kita jadi numpang mengagumi dan foto foto tamannya. Dan vila cantik ini tidak disewakan (padahal banyak yang nanya kata tukang kebunnya cuma sayang takut jadi rusak),kalau disewain pasti ngehits banget deh tuh vila. Rata rata harga sewa vila di kompleks Kota Bunga Puncak mulai dari 400ribu tipe yang kecilnya. Oke kapan kapan kita nyewa disitu yuk..
Kelar keliling Kota Bunga yang indah dan jajan Cilok Ayam Bawang yang enak banget seharga 2000/3 (baso cilok dalemnya isi cacahan ayam)kita menuju Taman Bunga Nusantara, disambut pintu gerbang yang meriah dengan gantungan aneka bunga petunia, impatiens(pacar air), yang cantik dan rimbun bunganya. Mata melotot hati berdegub, pengen tinggal di Puncakkkk. Heheeheh..disebelah gerbang tiket ada Bursa Bunga, jual impatiens cantik juga, belanja dulu @15.000 beli dua impatiens pink dan merah,tapi dititip dulu ke mbaknya, ambil lagi kalau sudah selesai jalan jalan.
Di dalam Taman Bunga Nusantara, suami langsung foto2, istri langsung mengagumi bunga bunga, anak langsung jumpalitan, kasih makan ikan dan angsa dengan beli pelet ikan @2ribuan. Selesai kasih makan ikan akhirnya naik mobil wira wiri, seorang 4ribu. Jajan di hotdog booth sembari nunggu antriannya wira wiri. Dalam mobil wira wiri ada audio penjelan tentang taman yang kita lewati, misalnya Taman Air, taman mawar, jam tanah, menara, labirin, dll. Ga fokus deh, akhirnya ujung2nya nemenin anak ke arena permainan,Mecca naik kuda, main mobil bom bom car, mobilan, kereta, trus perahu yang pakai ban karet apa sih tuh, belum puas sebenarnya si Mecca tapi emaknya pengen liat jalanan sepanjang Cibodas, disinyalir banyak yang jualam kembang. Tapi sebelumnya, makan dulu ke ikan bakar cianjur di Pacet ( jauh bener muternya dari Taman Bunga ke sono ). Sambel ayamnya enak, sambel mentah tomat hijau, sedappp
Sebenarnya bunga yang lucu lucu (buatku) banyakan di area jalan masuk menuju Kota Bunga. Dari Cinengah vila pinggir jalannya Budut-Asep, menuju Kota Bunga atau Taman Bunga Nusantara, banyak yang jualan petunia dan impatiens. Salahku ga langsung beli padhal bolak balik daerah itu sebelmnya, kirain Cibodas area lebih lucu, gataunya dia area cibodas gada yg jual impatiens atau petunia. Ga mau beli petunia sih, maunya impatiens, tetep aja kecewa liat banyakan mawar, palem, vinca, dll. Itu mah di Jakarta banyak yah. Heheheheh,intinyamah bukan yang aku cari, lain kali gue bawa mobil sendiri aja deh suami tinggal di vila, biar puas 😀 Ga dapat apa yang dimau di Cibodas,pulang deh, kemaleman lagian, jam 5 baru mejeng di Cibodas, ga bisa santai liat liatnya. Pas arah pulang, ga jauh dari pintu keluar ada yang jual taneman gantung, alamak mahal banget nawarinnya, bunga yang mirip lampin nawarinnya 35 ribu. Set dah, trus impatiens lokal ( yang banyak tumbuh diaepanjang jalan puncak dengan liar ) nawarin 20ribu. Ebusett, aku beli yang mekar dengan cantik di Taman Bunga cuma 15 ribuan, patahn hati, say goodbye ama pedagang mahal ituh. I’ll be back soon Puncak area….Seperti biasa, foto foto di kamera suami yang keramat , kalau doi ga sibuk , tar di upload deh…

Edit : 28 Desember 2011
Sementara aku upload foto foto impatiens (aka busy lizzy aka touch me not)yang sudah sampai di Jakarta saja. Masih hidup dan berkembang di pot gantung dibawah naungan pohon mangga. Ini kayaknya jenis Impatiens Walleriana , bunga pacar air atau bunga balsam kalau bahasa Indonesianya.
From wikipedia :
Impatiens walleriana Hook.f. (syn. Impatiens sultanii Hook.f.) also known as Busy Lizzy, Balsam or simply Impatiens, is native to eastern Africa from Kenya to Mozambique. It is a herbaceous perennial plant growing to 15-60 cm tall, with broad lanceolate leaves 3-12 cm long and 2-5 cm broad. Leaves are mostly alternate, although they may be opposite near the top of the plant. The flowers are profusely borne, 2-5 cm diameter, with five petals and a 1 cm spur. The seedpod explodes when ripe in the same manner as other Impatiens species, an evolutionary adaptation for seed dispersal.

Ini di bawah pohon mangga keduanya

20111228-095317.jpg

20111228-095346.jpg

Ada lagi pacar air yang jangkung jangkung, itu di Sunter sih kayaknya gampang hidup, tetangga dulu ada yang tanam dan tumbuh subur, nama latinnya : Impatiens Balsamina, sama disebut pacar air juga.

Nah ini Impatiens Balsamina numpang nyomot di wikipedia dan http://davesgarden.com/guides/pf/showimage/121244/#b

20111228-100424.jpg

20111228-100432.jpg

20111228-100439.jpg

Kembang Telon,Telang, Teleng, Telong

Pulang jemput Mecca sekolah kemarin, di jalanan liat bunga kembang Telon. Ya ampun, itu kan taneman bunga oldskul banget buat akuhh. Heheheeh… Di Bandung rumah nenek, banyak buanget dulu, suka aku mainin. di komplek ini dulu juga ada beberapa yang nanem, buat bersihin mata bayi katanya. For oldtime shake, aku beli juga deh tuh pohon cantik merambat yang banyak bunga birunya. Bunga ini, yang nama aslinya aga aga gimana gitu (Clitoria Ternatae, wkwkwk) tapi asli cantik deh, biar kata dicela si mbak di rumah, ” ini mah tanaman liar di kampung” :D. Gapapa taneman kamoung, emang mau nostalgia, sekalian cantik kok, ya pann…
Btw silahkan di cek fotonya bunga kembang Telon/Telang ini, mirip mirip apa yahh 😀
Oya, ini bunga kalau di Bangkok dijadiin pewarna minuman dan juga buat warnai nasi ketan loh. Edible berarti yak…
Foto menyusul, biar suami yang motoin, istri masak dan jemput anak sekolah dulu…
C u when i c u friends….muaahg muahh
Edit: pas aku foto today (28 des2011) itu kembang telon lagi ga berbunga, dengan ada beberapa daun menguning, mungkin hujan terus menerus dan ailran bawahnya kurang lancar, mau ditrim dulu deh biar seger lagi….

20111228-094252.jpg

Hasil setelah sering di trim ( 17 Januai 2012) dari minggu lalu sudah kluar si bunga bunga catik KembangTelang ini sebenarnya….

20120117-081502.jpg

20120117-081556.jpg

Berburu Bunga

Minggu kemarin, pagi pagi nyari si Torenia (again) , karena tetangga juga udah ada yang naksir dan minta dibeliin. Ngajak suami ke Taman Mekarsari buat beli ulang si Torenia, gag mungkin, dia ga mau, jauh katanya. Akhirnya iseng main ke samping Danau Sunter tempat penjual tanaman hias deket rumah. Ga yakin bakalan ada, wong hampir tiap hari aku lewatin jalan itu, dan sering nanya Torenia, ga pernah ada. Entah beruntung, entah memang si Abang sebenernya sering jualin ntu Torenia, cuma saja kemarin-kemarin lapaknya ke-skip sama aku? Hari itu adaaa si neng Torenia, ada warna pink yang aku belum punya pulak, dan jeng jengg, harganya Rp 3.000 (edit : kalau di kayu putih selatan 10 rb daoat lima ). Loh kok lebih murah daripada di Taman Mekarsari yang Rp 12.000? lha iya yang di Mekarsari Torenia-nya rimbun, besar, sedangkan yang di samping Danau Sunter, seuprit kecil. Samimawon kan yaw ujung2nya mah. Si abang cuma punya sembilan pokok, dan dikasih diskon,jadi Rp 25.000 buat sembilan pokok kecil Torenia. Trus si Abang juga jual Rosemary , nawarinnya Rp 8000 ditawar Rp 6000. Lumayann, bisa buat bikin Italian food sambil ngusir nyamuk. Tinggal beli Oregano, Basil, Thyme, xixixiix….naon deui etateh sagala hoyong…. Masa kudu ke Tangkuban Perahu dulu 😀 ( Kata adik ipar, Neng Dina, dia pernah ditawarin paket herb plants di Tangkuban Perahu, ada rosemary,thyme, basil,oregano, ditawarin Rp 70.000 atau 150.000 ya)..Hadeuhh, tapi kan enggak mungkin kalau bukan emang pas liburan akika ke Tangkuban Perahu hanya demi beli herbs plants doangan. Mungkin wisata ke Bogor masih bisa nemuin itu tanaman italian herbs tersyebut….* padahal ga tau di Bogor yg jual taneman dimane yee*
Lantas setelah ngebrel ngebrel ama si abang penjual tanaman hias di samping Danau Sunter ituh (dan dijanjikan bunga Torenia Kamis depan), kita lanjut ke area tanaman di Kalimalang, dan Pondok Gede. Di Kalimalang ga sempet berhenti karena rada macet, dan dari luar juga memang tidak terlihat si Torenia ( masih mo beli lagi dong). Akhir kata, langsung ke area penjual di Pondok Gede, tapi si Bang Jali ( nick namenya Freddy suamiku),doi kelaperan, dan diputuskan kita makan nasi soto kudus dulu, di restoran yang asri disamping toko tanaman hias area Pondok Gede. Murah loh, cuma Rp 8000 nasi soto kudus dan Rp 17.5000 bebek rempah + nasi. Lumayan enak,murah meriah nendang. Suasana asri, makan di saung bambu, ditemanin ayam dan burung beo pula. Setelah kenyang makan makan, suami-istri dan anak satu ini pun lanjut jalan- jalan di area Pondok Gede, tapi again, ga da satupun yan jual Torenia, akhinya malah beli pot gantung Rp 8.000 yang kecil ukuran 6 merk lion star, kalau yang sedang Rp 10.000. Si Papa beli mawar buat popotoan Rp 20.000 dapat 3 pohon ( edit : kalau di kayu putih selatan 5 ribuan lho satunya) yang tinggi dan bunganya besar dan cantik cantik. Walau sudah tau nih, Neng Mawar, kalau sampe rumah bakal idup segan matipun tak mau. Mawar kalau ditanam sih hidup dan tumbuh lagi, tapi kalau di rumahku di Jakarta, mawar pasti tumbuh laginya kecil, kayak mawar mawarku yang sekarang. Numbuh sih numbuh, kuncup kuncup-kuncupnya pada bermunculan setelah bunga aslinya yang besar besar gugur, tapi ketika mekar ukurannya cuma sebesar jempoll qiqiqiiq ga balik ke ukuran awal..Gapapa,yang penting mau berbunga lagi itu mawar-mawar. Btw di Pondok Gede beli tanaman Ekor Tupai juga, di Sunter sih ditawarin Rp 8000 di Pondok Gede, Rp 15.000. Kesian ama abangnya akhirnya dibeli juga dahhh walau jadinya Rp 10.000

Bunga Torenia Biru

Bunga Torenia dapat yang pink-putih

Dibawah adalah hasil hunting Torenia @ 2.500 – 3.000 tapi ada juga yang 12.000, yang lebih rimbun di Mekarsari

Bunga Mawar, dibeli buat si Papa popotoan

Mawar pink by Bang Jali si Papa Ganteng

Bunga Kenop

Kembang Sepatu

Bunga

Bunga kuning dibawah ini cantik, lupa namanya, numpang moto di penjual tanaman hias di pondok Gede. Kapan itu, liat hasil jadinya, buat ground cover pagar depan, di kampus IBII Sunter, kok banyakan daunnya daripada bunganya. Proporsi bunga-nya ga sebagus foto ini. Eheheh atau Ibii ga kasih pupuk :D…Aku suka taneman yang banyakan bunganya daripada daunnya juga cinta sama taneman yang bisa dimakan :p Ada pohon daun jeruk, daun kari(temurui/salam koja), bayam, kangkung, cabe, daun menado leleum/lelem, pandan, mangga, jeruk. 😀
Edit 28 Desember 2011 : akhirnya beli juga itu bunga kembang matahari kecil kecil, habis murah sih, cuma 2500an kalau di dekat danau sunter kalau daerah kayu putih selatan 10.000 bisa dapat 5. Tanaman ini kayaknya termasuk liar (gampang tumbuh) dan bisa banyak dilihat bila kita melintasi jalan seputaran Jawa Barat , Cipanas, Puncak, Gadog, Bogor dll.

Sebagian foto-foto disini hasil jepretan suami Bang Jali alias Freddy.. Sebagian yang tidak ada watermark ‘Bangjali’nya, hasil jepretan istri tentu (yang karena males upload dari kamera2, paling seringnya aku masukin foto2 hasil jepretan ipad ini aja, yang bisa langsung di upload dari tempat aku ngetik postingan ( aku pakai aplikasi wordpress for ipad). Kapan yah istrinya bisa rajin upload dari kamera dan mau belajar pakai kamera dengan baik dan benarr 😀

20111228-094925.jpg