Bogor-Ciawi-Puncak-Cipanas

Selamat tahun baru 2012 semua. Aku di rumah saja malam tahun baru, karena maagh yang kambuh. Sementara anakku si Mecca sejak sore pergi bersama Nini, Uyut, Aki-Nini Cikampek, Oom dan Tantenya mengunjungi Masjid Moamar Kadafi di Sentul. Pulang dari Sentul mereka keliling Jakarta yang meriah dengan kembang api. Huhuhuhu…Mama Papanya cuma bisa nongkrongin tipi :D
Hari Minggu tanggal 1 Januari 2012, kita sekeluarga (mama papa mecca) plus Nini mengunjugi Oma di Vila Nusa, lalu kita ziarah ke makam Opa Mecca di Pondok Rangon, daerah pemakaman yang meriah dan ramai pengunjung dan pedagang.

20120103-115408.jpg Sepulang ziarah, kita berlima mau main ke Bogor, weiss, macet, akhirnya cuma kesampean makan di Taman Palem

20120103-115601.jpg terus pulang kembali ke rumah Oma. Menginap semalam, tanggal 2 Januarinya pagi pagi si Papa berangkat kerja naik ojek, sedang Mecca ,Nini, aku ajak jalan lagi ke Bogor, sayang Oma ga mau ikut. Hheheheh, balik lagi ke Bogor karena ga puas kemaren belum sempat mampir ke Factory Outlet.
Ealah, baru sampai tol Jagorawi sudah ada opsi mau main ke rumah tetangga yang baru pindah dari Sunter ke Ciawi. Akhirnya kita batal ke Bogor, malah lanjut ke arah Tapos Ciawi. Setelah telpon telponan dengan yang punya rumah, sampailah kita bertiga di rumah Tante Tatan (eNin) Rumahnya besar, minimalis, sejuk, dikelilingi gunung gunung. Si Mecca langsung main dengan Rifat dan Zaki , cucunya si Tante. Seger deh punya rumah di Ciawi ini, memang si Tante Tatan ini dasarnya orang Bogor, balik balik pensiun dari Jakarta ga jauh dari sini lagi. Sayang ga sempat foto- foto. Heheheh. Oleh Tante, kita dijamu cumi asin tumis pete dan sayur jamur , lalapan, plus kripik jengkol, hemmm, enakkk, sayang aku ga berani menyentuh sambel, takut kumat maaghnya. Pamit dari rumah Tante Tatan, si Nini minta main ke Puncak, katanya sudah lama ga pernah ke Puncak. Hmm, aku memang penggemar Puncak, okelah walau kita hanya cewek cewek dan satu cowok kecil, tetap mantap lanjut ke Puncak.
Ya ampun, tanggal 2 Januari itu Puncak masih macettttt. Ihhh kesell, padahal pengan santai santai asik asikan, tapi gapapa, dinikmati aja, sambil menikmati pemandangan alam. Segerrnya disini, ac ga dipasang, buka kaca mobil saja, hhmmm semriwing…sampai di Puncak Pas sudah jam 5 kurang tapi masih terang sih, maka karena ga mau rugi, dilanjut ke arah Cipanas, biasaa, disempatin belanja bunga(agaiiiinn!) hiihihih mumpung disini.Belanja macem macem deh, Bunga Pacar Air (Impatiens), Petunia (buat oleh oleh tetangga)

20120103-115749.jpg, dan tanaman merambat gantung yang berbunga kuning kecil kecil di jalanan sepanjang luar area Kota Bunga. Di pedagang bunga itu, aku beli 6 pot impatiens

20120103-115932.jpg , 4 pot petunia warna warni br />
20120103-120108.jpg, dan 2 pot gantung tanaman daun kecil berbunga kuning<

20120103-120804.jpg. Selesai membayar senilai 85 ribu, aku minta ke Mbak pedagangnya, boleh ga aku nyabutin bunga pacar air (impatiens) yang tumbuh liar, subur, besar-besar, di bawah rak rak bambu jualan dia, karena emang banyak sekali yang tumbuh liar dibawah rak dagangan dia. Memang tanah dibawahnya itu, lembab, berair, becek, belog, sesuai kan dengan sifat si impatiens yang suka sekali media tanam seperti itu. Mungkin biji- biji Impatiens (yang dikenal di luar negeri juga dengan nama bunga Touch Me-Not) terkena hujan atau sentuhan tangan yang menyebakan meledak dan langsung menyemburkan biji biji ke tanah di bawah. Mbaknya mah rela dan nyengir saja aku mau nyabutin bunga bunga itu, dia pikir ini orang sudah beli banyak jugalah, silakan deh diambil, bunga liar yang tidak saya rawat dengan sengaja itu.
Lagian memang yang aku beli dari dia tadi itu, nampaknya bukan Impatiens yang bibit Thailand/Bangkok, agak berbeda dengan yang aku beli di Bursa Bunga Taman Bunga Nusantara sebelumnya, itu lebih langsing batangnya dan halus, mungkin di TB Nusantara, benar hasil nursery bibitan Bangkok, sedangkan pedagang di pinggir jalan kemarin, hasil ngambil biji di pinggir jalan yang liar, hehehe. Buatku sih sama sama cantik.
Pokoknya puas deh kemarin itu, aku nyabutin pacar air semaruk aku bisa, ga usah pakai sekop, tanahnya lembek sekali, gampang nariknya, tinggal tarriikk, masukin plastik besar, bawa kbur ke Jakarta :D. Seneng deh main ke Puncak, dulu kan sempat bingung, dimana beli bunga impatiens (pacar air). Ternyata di Puncak Cipanas banyak yang jual. Puas ngiderin area Kota Bunga dan sekitarnya, kita pun pulang. Pulangnya mampir dulu ke Factory Outlet Brasco, deket Gadog, disitu juga sambil shopping baju, kita bisa pesen makanan, dipilihlah Gurame sambel Mangga, enaakk banget deh, sedap. Lalu diakhiri fengan menyeruput bandrek kelapa muda yang masih mengepul,hhmmmm, nom nom nom….Yamihh….
Pulang pulang sampai Sunter jam 11 malem. Sampai rumah, aku langsung tanam pacar air hasil cabutan (yang tidak ber-pot) di tanah halaman, padahal sudah malem, gerimis pulak :D

Puas deh walau ga dapat malam tahun baru, tapi dapat jalan jalan ke area favoritku..

Hasil ‘jarahan’ menang nyabut Bunga Pacar Air Liar di Puncak-Cipanas (Impatiens Flowers, aka Touch Me-Not flowes)
Hey kamu, bunga pacar air yang cantik cantik, please mau tumbuh dan berbunga dengan subur ya di Sunter bagian Jakarta yang dekat pantai nan panas inih…:D :*

20120103-120957.jpg

20120103-121203.jpg

20120103-121252.jpg

20120103-122043.jpg

20120103-123103.jpg

Kondisi Tanamanku

Tunas Torenia
20111230-170706.jpg

Tunas Torenia

20111230-170756.jpg

Bunga Matahari yang mau tumbuh terus menerus, tapi kecil kecil

20111230-170847.jpg

Lantana yang merambat,abis diprunning yang sebelah kiri biar tambah lebat seperti kanan..

20111230-171051.jpg

petunia yang hanya bertahan dua minggu mekar dengan cantik di Jakarta ini, lalu bunganya jd kecil kecil, hmm, kasi hormon kali yahh skrg

20111230-171212.jpg

Tanaman gantung yang warna bulenya makin lama makin ilang berganti jadi hijau…

20111230-171355.jpg

Kutu Putih diselimuti Kapas

20111230-165811.jpg

Kutu putih ini menyerang pohon mangga dan akhinya menular pada Adenium, Plumeria, Torenia, Vinca, Lantana, dan lain lain yang ada di bawah atau di dekat pohon Mangga tersebut. Banyak yang akhirnya jadi meranggas, sudah disemprot pakai air sabun, hanya melunturkan gumpalan kapas yang menyelimuti kutunya yang aslinya berwarna kuing kecoklatan. Kutunya masih nempel dengan manis ke batsng batang pohonku. Padahal sudah beli pestisida merk Dursban, tapi belum berani semprot sendiri. Ngeri aja harus aplikasiin sendiri. Tringat cerita pekebun di Cipanas yang kalau setiap mau nyemprot sayurannya dia siap siap minum susu murni(antisipasi keracuan) dan full covered body :D
Duh gimana ya caranya supaya berani, atau pakai pestisida alami apa ya. Kalau dikerikin satu2 kutunya, lamaaaa sekali…:(

Kembang Sepatu dari Mecca TB putraku

Pengumuman dari Masjid bahwa ada posyandu hari ini, acara timbang badan dan mungkin pemberian vitamin. Mecca anakku yang berusia 5 tahun pun terbirit birit ikutan teman sebayanya, Talitha (anaknya teman baikku, Yanti Budut). Talitha berangkat bersama YangTi Nani, yang sudah siap dan rapi. Nini Mecca yang belum siap akhirnya menyusul setelah 30 menit. Setelah timbang badan, Mecca pulang ambil sepeda dan bersepeda sendirian keliling komplek. Sepulangnya bersepeda dia sudah berkeringat, rambutnya lepek dan membawa Kembang Sepatu yang aku tahu dia cabut dari pagar depan rumah tetangga di ujung blok K. Mecca bilang dia bawain bunga itu karena tau mamanya belum punya pohonnya. Hehehe perhatiin aja dia diam diam ternyata….sekarang kalau kemana mana Mecca suka memperhatikan tanaman dan bunga disekitar. Love you Mecca Tauriq Bachtiar

20111228-103644.jpg

20111228-103651.jpg

Kembang Telon,Telang, Teleng, Telong

Pulang jemput Mecca sekolah kemarin, di jalanan liat bunga kembang Telon. Ya ampun, itu kan taneman bunga oldskul banget buat akuhh. Heheheeh… Di Bandung rumah nenek, banyak buanget dulu, suka aku mainin. di komplek ini dulu juga ada beberapa yang nanem, buat bersihin mata bayi katanya. For oldtime shake, aku beli juga deh tuh pohon cantik merambat yang banyak bunga birunya. Bunga ini, yang nama aslinya aga aga gimana gitu (Clitoria Ternatae, wkwkwk) tapi asli cantik deh, biar kata dicela si mbak di rumah, ” ini mah tanaman liar di kampung” :D. Gapapa taneman kamoung, emang mau nostalgia, sekalian cantik kok, ya pann…
Btw silahkan di cek fotonya bunga kembang Telon/Telang ini, mirip mirip apa yahh :D
Oya, ini bunga kalau di Bangkok dijadiin pewarna minuman dan juga buat warnai nasi ketan loh. Edible berarti yak…
Foto menyusul, biar suami yang motoin, istri masak dan jemput anak sekolah dulu…
C u when i c u friends….muaahg muahh
Edit: pas aku foto today (28 des2011) itu kembang telon lagi ga berbunga, dengan ada beberapa daun menguning, mungkin hujan terus menerus dan ailran bawahnya kurang lancar, mau ditrim dulu deh biar seger lagi….

20111228-094252.jpg

Hasil setelah sering di trim ( 17 Januai 2012) dari minggu lalu sudah kluar si bunga bunga catik KembangTelang ini sebenarnya….

20120117-081502.jpg

20120117-081556.jpg

Berburu Bunga

Minggu kemarin, pagi pagi nyari si Torenia (again) , karena tetangga juga udah ada yang naksir dan minta dibeliin. Ngajak suami ke Taman Mekarsari buat beli ulang si Torenia, gag mungkin, dia ga mau, jauh katanya. Akhirnya iseng main ke samping Danau Sunter tempat penjual tanaman hias deket rumah. Ga yakin bakalan ada, wong hampir tiap hari aku lewatin jalan itu, dan sering nanya Torenia, ga pernah ada. Entah beruntung, entah memang si Abang sebenernya sering jualin ntu Torenia, cuma saja kemarin-kemarin lapaknya ke-skip sama aku? Hari itu adaaa si neng Torenia, ada warna pink yang aku belum punya pulak, dan jeng jengg, harganya Rp 3.000 (edit : kalau di kayu putih selatan 10 rb daoat lima ). Loh kok lebih murah daripada di Taman Mekarsari yang Rp 12.000? lha iya yang di Mekarsari Torenia-nya rimbun, besar, sedangkan yang di samping Danau Sunter, seuprit kecil. Samimawon kan yaw ujung2nya mah. Si abang cuma punya sembilan pokok, dan dikasih diskon,jadi Rp 25.000 buat sembilan pokok kecil Torenia. Trus si Abang juga jual Rosemary , nawarinnya Rp 8000 ditawar Rp 6000. Lumayann, bisa buat bikin Italian food sambil ngusir nyamuk. Tinggal beli Oregano, Basil, Thyme, xixixiix….naon deui etateh sagala hoyong…. Masa kudu ke Tangkuban Perahu dulu :D ( Kata adik ipar, Neng Dina, dia pernah ditawarin paket herb plants di Tangkuban Perahu, ada rosemary,thyme, basil,oregano, ditawarin Rp 70.000 atau 150.000 ya)..Hadeuhh, tapi kan enggak mungkin kalau bukan emang pas liburan akika ke Tangkuban Perahu hanya demi beli herbs plants doangan. Mungkin wisata ke Bogor masih bisa nemuin itu tanaman italian herbs tersyebut….* padahal ga tau di Bogor yg jual taneman dimane yee*
Lantas setelah ngebrel ngebrel ama si abang penjual tanaman hias di samping Danau Sunter ituh (dan dijanjikan bunga Torenia Kamis depan), kita lanjut ke area tanaman di Kalimalang, dan Pondok Gede. Di Kalimalang ga sempet berhenti karena rada macet, dan dari luar juga memang tidak terlihat si Torenia ( masih mo beli lagi dong). Akhir kata, langsung ke area penjual di Pondok Gede, tapi si Bang Jali ( nick namenya Freddy suamiku),doi kelaperan, dan diputuskan kita makan nasi soto kudus dulu, di restoran yang asri disamping toko tanaman hias area Pondok Gede. Murah loh, cuma Rp 8000 nasi soto kudus dan Rp 17.5000 bebek rempah + nasi. Lumayan enak,murah meriah nendang. Suasana asri, makan di saung bambu, ditemanin ayam dan burung beo pula. Setelah kenyang makan makan, suami-istri dan anak satu ini pun lanjut jalan- jalan di area Pondok Gede, tapi again, ga da satupun yan jual Torenia, akhinya malah beli pot gantung Rp 8.000 yang kecil ukuran 6 merk lion star, kalau yang sedang Rp 10.000. Si Papa beli mawar buat popotoan Rp 20.000 dapat 3 pohon ( edit : kalau di kayu putih selatan 5 ribuan lho satunya) yang tinggi dan bunganya besar dan cantik cantik. Walau sudah tau nih, Neng Mawar, kalau sampe rumah bakal idup segan matipun tak mau. Mawar kalau ditanam sih hidup dan tumbuh lagi, tapi kalau di rumahku di Jakarta, mawar pasti tumbuh laginya kecil, kayak mawar mawarku yang sekarang. Numbuh sih numbuh, kuncup kuncup-kuncupnya pada bermunculan setelah bunga aslinya yang besar besar gugur, tapi ketika mekar ukurannya cuma sebesar jempoll qiqiqiiq ga balik ke ukuran awal..Gapapa,yang penting mau berbunga lagi itu mawar-mawar. Btw di Pondok Gede beli tanaman Ekor Tupai juga, di Sunter sih ditawarin Rp 8000 di Pondok Gede, Rp 15.000. Kesian ama abangnya akhirnya dibeli juga dahhh walau jadinya Rp 10.000

Bunga Torenia Biru

Bunga Torenia dapat yang pink-putih

Dibawah adalah hasil hunting Torenia @ 2.500 – 3.000 tapi ada juga yang 12.000, yang lebih rimbun di Mekarsari

Bunga Mawar, dibeli buat si Papa popotoan

Mawar pink by Bang Jali si Papa Ganteng

Bunga Kenop

Kembang Sepatu

Bunga

Bunga kuning dibawah ini cantik, lupa namanya, numpang moto di penjual tanaman hias di pondok Gede. Kapan itu, liat hasil jadinya, buat ground cover pagar depan, di kampus IBII Sunter, kok banyakan daunnya daripada bunganya. Proporsi bunga-nya ga sebagus foto ini. Eheheh atau Ibii ga kasih pupuk :D…Aku suka taneman yang banyakan bunganya daripada daunnya juga cinta sama taneman yang bisa dimakan :p Ada pohon daun jeruk, daun kari(temurui/salam koja), bayam, kangkung, cabe, daun menado leleum/lelem, pandan, mangga, jeruk. :D
Edit 28 Desember 2011 : akhirnya beli juga itu bunga kembang matahari kecil kecil, habis murah sih, cuma 2500an kalau di dekat danau sunter kalau daerah kayu putih selatan 10.000 bisa dapat 5. Tanaman ini kayaknya termasuk liar (gampang tumbuh) dan bisa banyak dilihat bila kita melintasi jalan seputaran Jawa Barat , Cipanas, Puncak, Gadog, Bogor dll.

Sebagian foto-foto disini hasil jepretan suami Bang Jali alias Freddy.. Sebagian yang tidak ada watermark ‘Bangjali’nya, hasil jepretan istri tentu (yang karena males upload dari kamera2, paling seringnya aku masukin foto2 hasil jepretan ipad ini aja, yang bisa langsung di upload dari tempat aku ngetik postingan ( aku pakai aplikasi wordpress for ipad). Kapan yah istrinya bisa rajin upload dari kamera dan mau belajar pakai kamera dengan baik dan benarr :D

20111228-094925.jpg

Aside

Bermain ke Mekarsari kemarin di libur Iedul Adha berhubung nyokap, bokap, mertua, uyut sedang naik haji semua, tahun ini kita ga masak apa-apaan. Akhirnya diputuskan mengajak jalan Mecca TB anak cowok ganteng semata wayang kita ke Taman Buah Mekarsari, biar dia bisa liat liat pohon buah. Seru juga ya ternyata ke Mekarsari, mata puas melototin kebun buah yang luas benerr, saat itu sedang panen salak dan melon ( katanya panen durian akhir tahun ini, hayohh, siapa yang mau manen durian, silakan ke Mekarsari Desember akhir-awal Januri, tapi jangan lupa pakai helm kali yaa, serem puun duren bow, heheh :D ).

Oya, kemarin itu kita ditawarin program paket family di gerbang Mekarsari seharga Rp 85.000 dapat paket keliling taman dan nonton Pongo Show (sumpah gag seru, ini animasi live tentang orang utan, buat anak-anak mungkin seru ya, sekalian belajar tentang orang utan, ada dokumenternya soalnya) . Paket yang aku beli,termasuk dapat naik kereta family-yang ga pakai antri, terus dapat soft drink, dapat sekeranjang kecil buah buah yang lagi panen saat itu (kemarin aku dapat salak dan belimbing), plus souvenir sendal gabus warna biru bertuliskan mekarsari, tapi nomornya 40 semua, wkwkwkw.
Puas ngiderin kebun buah naek kereta, kita lanjut main perahu sepeda angsa air, keliling danau (errr, ga mau lagi ah bertiga, repot, si Mecca dah besar, sempit satu angsa bertiga). Di perjalanan gag lupa aku metikin batang pohon yang aku suka :D Rencana mau ditancap di rumah sapa tau kali-kali jadi. hihihi. Dapat pohong bunga merambat yang bunganya kecil kecil warna pink,wangii, namanya kalau liat google sih Melati Belanda, latinnya Quisqualis indica (bow soalnya 150ribu kalau di pedagang kembang,tapi sih emang sudah tinggi berbunga, dikasih rambatan bambu kayak kurungan ayam imut). Yang pasti nyium bunga ini teringat masa kecil, waktu main di rumah-rumah tetangga atau saat menjelajah komplek komplek sebelah, yang kalau ketiup angin wangiii…Malem malem suka serem juga sih dulu waktu kecil kalau lewat rumah yang ada pohon ini, karena angin membawa harum bunga ini, serrrrr, gitu bunyi bunga dan daun melati belanda ini ketiup angin dan serrrrr juga juga bunyi hatikuh di dada, hahaha,tatut. Kalau sekarang pan udah gede, masa takut, buat nakut2in anak kecil aja lagi yuk :p

Btw, inti cerita ini adalah, alhamdulilahnya nemuin Bunga Torenia yang aku cari-cari dari kemarin. Sebelum main di area kebun buah Mekarsari, aku dekat area masuk kan ada area penjualan bibit. Mereka jual aneka tanaman buah, bunga, bonsai, begonia, pas lagi ngintip-ngintip, eh ternyata ada si cantik bunga Torenia…Cihuyy, bungkuss…ini semua gara gara blognya Prima Awalnya browsing tentang Lantana , eh malah jadi baca tentang kembang Torenia di blog Prima . thanks yaa Pri..Jadi kepincut deh, soalnya lucu,imut imut, hobi berbunga katanya, dan ga rewel, kalau ditaruh di pot gantung si Torenia jadi cantik dan sexy pisann.. Sebelumnya sempet nyari-nyari di tukang tanaman di seputaran Sunter, Kemayoran, ealah susah, ga nemu yang jual si Neng Geulis Torenia.

Toreia sudah dapat, besok besok mau hunting bunga bunga yang lucu lucu, warna warni, dan yang cantik bila digantung di pot ahhh. Menjalar dan menjuntai ke bawah. Akan tetapi belinya dimana yahh….Sutera Bombay/krokot/portulaca udah punya beberapa jenis. Cakep deh dia berbunga mulu tiap pagi jam 7.30 an deh dah mekar. Sampe siang saja sih. Menjelang sore si portulaca, layu tapi dengan cepatnya besok pagi digantikan kuncup lain yang mekar.

Toreniaku dah dipindahin ke pot gantung (buat balcony, bawah jendela akan tetapi gada balkon euy, gantung di pagar ajah jadinya). Dipoto pake Ipad , blurr

Torenia

Berikut foto foto jepretan Bang Jali/Freddy di area pembibitan Mekarsari


Torenia dari Mekarsari